Sejarah

admin | Senin, 02 Maret 2015 - 20:38:43 WIB | dibaca: 2583 pembaca

Pondok Pesantren Darun Najah yang beralamat di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur didirikan sejak tahun 1995, berawal dari pendirian Madrasah Diniyah sederhana dengan santri yang hanya 20 orang dan tiga guru. Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat untuk menimba ilmu di Darun Najah semakin meningkat sehingga pihak pesantren berinisiatif mendirikan pendidikan formal khusus jenjang sekolah menengah pertama.

Akhirnya, selang tiga tahun dari rintisan lembaga awal tepatnya tahun 1998 berdirilah MTs Darun Najah yang bertujuan untuk mencetak generasi Islam yang berwawasan Iptek (ilmu pengetahuan) dan Imtaq (iman dan taqwa) serta dapat mengimplementasikan hasil pendidikan pondok pesantren dalam masyarakat yang plural seperti saat ini. Karena itu pula, meski didirikan lembaga formal, para peserta didik tetap dibekali ilmu-imu keagamaan dengan keseimbangan pengetahuan umum. Selang enam tahun dari pendirian MTs Darun Najah, pengembangan pendidikan terus beranjut dengan didirikannya Madrasah Aliyah (MA) Darun Najah sejak tahun 2003, Sekolah Menengah Kejuruan (SK+MK Darun Najah hingga lembaga non akademik lainnya seperti Balai Latihan Kerja (BLK) serta pada tahun 2020 dibuka Akademi Komunitas Darun Najah (D2).

Sistem pembelajaran yang ada baik di tingkat MTs, MA & SMK pun tak jauh berbeda tetap dengan menjunjung tinggi keseimbangan antara IPTEK dan IMTAQ. Harapannya bisa menciptakan santri yang berkompetensi, mempunyai kecerdasan ganda (Multiple Intellegence) serta santri yang berakhlaqul karimah. Dengan tujuan-tujuan yang ingin diraih, pihak Darun Najah melengkapi lembaga segala yang menjadi penunjang pendidikan dan menjelma sebagai pesantren modern berbasis salafiyah. Para peserta didik baik di tingkat MTs maupun MA dibekali dengan Pendidikan Islam yang mengedepankan pembinaan spiritual dan moral, di samping itu juga membekali para santrinya dengan ilmu-ilmu umum.

Adapun dalam aktifitas santri tidak hanya dilaksanakan dalam pendidikan formal, pesantren juga mengadakan berbagai macam program ekstrakulikuler yang dibimbing langsung oleh pengasuh dan pengurus pesantren dan dilaksanakan di luar jam pelajaran formal. Program ekstra kulikuler tersebut antara lain kajian intensif ilmu-ilmu Al Qur’an, qiro’ah, kajian kitab-kitab kuning dan kontemporer, pelatihan dakwah, khotbah Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, olahraga, pelatihan Menjahit dan otomotif, seni hadrah, kaligrafi, hingga kegiatan kewirausaan yang dapat menunjang kompetensi para santri.